Pertanyaan Perlikona

1. Perilaku konsumen yang beraneka ragam budaya memiliki permintaan yang sulit distandarisasikan bagi perusahaan yang fokus kepada pasar internasional (ex: coca cola)  bagaimanakah mereka menciptakan produk yang dapat diterima di pasar yang berbeda budaya? Approach apa yang mereka lakukan sehingga dapat diterima produknya? Baikah mana antar produk yang dispesifikasi untuk kebutuhan suatu pasar, apa generalisasi produk untuk semua jenis dan latar belakang konsumen.

2.Di Christchurch, New Zealand, salah satu toko kfc menjual ayam halal khusus pada hari minggu saja, selain hari minggu tidak lagi menjual produk yang berstatus halal. Kota Christchurch sendiri memiliki penduduk yang minoritas beragama islam. Mengapa sebuah perusahaan multinasional besar seperti kfc malah berfokus pada membeli minoritas?

3. Di Era Globalisasi ini banyak teknologi mutakhir yang dapat mempengaruhi kebudayaan suatu komunitas dan terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya itu sendiri menjadi budaya komunitas lain. Selain teknologi, barang-barang juga  dapat mempengaruhi kenudayaan. Apakah kedepannya seluruh bangsa yang punya keaneka ragaman budaya akan memiliki kebudayaan yang sama semua, yaitu berbudaya tunggal?  B

 

Leave a Comment

Consumer Behavior Class (Family and Consumer Sciences 231) 2013

Haidhar H. Wurjanto

Undergraduate Student Majoring in Dept of Management, Faculty of Economics Management

Bogor Agricultural University

Notes on Consumer behavior Class 231, Thursday 21 Pebruari 2013

Perilaku Konsumen adalah cara-cara bagaimana konsumen ingin atau terpaksa menggunakan sumber-dayanya yang terbatas (contohnya adalah waktu dan uang) agar konsumen mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan atau yang dibutuhkan. Banyak hal  dan faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk mengorbankan sumberdayanya.

Contohnya adalah:

Teori kepribadian menurut Freud ada 3:

1. ID =  satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir atau sistem dasar kepribadian. (contoh; ketika laper                 maka akan ada upaya untuk mendapatkan makanan.)

2. Ego = Dibawa sejak lahir, tetapi berkembang seiring dengan hubungan individu dengan lingkungan. Prinsipnya realita (contoh; Ketika laper harus makan, namun untuk mendapatkan makanan tidak semena-mena ambil makanan dari orang lain.

3. Super Ego=  Menampung semua standar moral diperoleh dari kedua orang tua dan masyarakat. ( Contoh; Seorang yang beragama kuat, selalu berdoa sebelum makan.)

 

Teori kepribadian Neo-Freud

Teori ini menekankan bahwa manusia berusaha untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Sebaliknya, masyarakat punya fasilitas atau memiliki apa yang dicari oleh manusia atau individu.

 

 

Based on Based on Consumer Behavior Text Book by Ujang Sumarwan 

Picture11 Picture2

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.

Lecturers of Consumer Behavior Class Semester  Feb – May  2013

ž  Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSC (www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id)

Dr. Ir Lilik Noor Yuliati

ž  Ir. Retnaningsih, MS

ž  Megawati Simanjuntak, SP, MS

Department of Family and Consumer Sciences

College of Human Ecology

Bogor Agricultural University

 

Leave a Comment